JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara resmi mengumumkan diskon tarif transportasi untuk seluruh moda transportasi selama arus mudik Lebaran 2026.
Kebijakan ini berlaku untuk kereta api, bus, kapal laut, penyeberangan, hingga pesawat terbang, dengan tujuan utama meringankan biaya perjalanan masyarakat.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menjelaskan bahwa pemberian diskon bertujuan mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik resmi, sehingga perjalanan mudik lebih aman, nyaman, dan terpantau.
Menurut Dudy, diskon juga menjadi strategi pemerintah dalam mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya selama musim mudik.
“Diskon ini diberikan agar masyarakat bisa menggunakan transportasi publik dengan harga lebih ringan, sehingga mudik lebih aman, nyaman, dan efisien,” ujar Dudy.
Masyarakat yang memanfaatkan fasilitas ini diharapkan mendapatkan pengalaman mudik yang lebih teratur, aman, dan hemat. Selain itu, kebijakan ini diharapkan meningkatkan kepercayaan publik terhadap penggunaan transportasi resmi.
Rincian Diskon Berdasarkan Jenis Moda Transportasi
Pemerintah telah menetapkan besaran diskon untuk setiap jenis transportasi. Untuk penyeberangan, diberikan diskon 100 persen untuk tarif jasa kepelabuhanan atau setara 21,9 persen dari tiket terpadu, berlaku selama periode 12–31 Maret 2026, atau selama 20 hari.
Angkutan laut, khusus kapal PSO PELNI kelas ekonomi, mendapat diskon 30 persen untuk periode 11 Maret–5 April 2026, selama 26 hari. Hal ini berlaku untuk seluruh trayek ekonomi di seluruh pelabuhan yang menjadi rute PSO PELNI.
Kereta api juga mendapat diskon 30 persen untuk tiket ekonomi, berlaku pada periode 14–29 Maret 2026, selama 16 hari. Diskon ini berlaku untuk seluruh rute tiket ekonomi dan pembelian dilakukan sesuai jadwal yang ditetapkan masing-masing operator.
Selain itu, transportasi udara mendapatkan diskon sebesar 17–18 persen untuk tiket ekonomi domestik, berlaku periode 14–29 Maret 2026, dengan tiket mulai dijual sejak 10 Februari 2026.
Menhub menekankan bahwa diskon ini merupakan langkah proaktif agar masyarakat dapat bepergian dengan aman, nyaman, dan biaya lebih terjangkau.
Persiapan Sarana dan Prasarana Transportasi
Selain pemberian diskon, Kemenhub juga menyiapkan sarana dan prasarana transportasi untuk memastikan kelancaran arus mudik. Untuk transportasi darat, 31.000 unit bus disiapkan dengan kapasitas total 1,25 juta penumpang, tersebar di seluruh jalur mudik utama.
Transportasi laut dipersiapkan 829 unit kapal, dengan kapasitas angkut 3,26 juta penumpang dan didukung oleh 636 pelabuhan laut. Sementara untuk penyeberangan, tersedia 255 unit kapal dengan kapasitas mengangkut 6,15 juta penumpang dan 770.000 kendaraan, melalui 15 lintas penyeberangan dan 29 pelabuhan.
Transportasi udara menyiapkan 392 unit pesawat serviceable yang melayani 257 bandara di seluruh Indonesia, sedangkan kereta api disiapkan 3.821 unit sarana dengan dukungan prasarana di 668 stasiun. Semua fasilitas ini bertujuan agar arus mudik dapat berjalan lancar, nyaman, dan aman, termasuk di wilayah rawan kepadatan.
Strategi Pengawasan dan Pengaturan Arus Mudik
Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa diskon tarif transportasi diharapkan mendorong masyarakat memilih moda transportasi resmi, sekaligus meminimalkan penggunaan kendaraan pribadi yang dapat menimbulkan kemacetan.
“Kami ingin masyarakat menggunakan moda transportasi resmi agar perjalanan mudik lebih aman dan terkoordinasi. Diskon ini juga diharapkan membantu mengurangi tekanan di jalan raya,” jelas Menhub.
Kemenhub juga menyiapkan tim pengawasan di setiap moda transportasi untuk memastikan pelaksanaan diskon berjalan sesuai aturan. Penumpang yang membeli tiket dengan diskon diharapkan mendapatkan pengalaman mudik yang lancar, aman, dan tidak ada penyalahgunaan fasilitas.
Selain itu, koordinasi antar-stakeholder, termasuk operator bus, maskapai, pelabuhan, dan perusahaan perkeretaapian, dilakukan secara intensif. Hal ini untuk memastikan kapasitas, jadwal, dan keamanan transportasi selama arus mudik dapat berjalan maksimal.
Dampak Positif Diskon bagi Masyarakat dan Pemerintah
Penerapan diskon tarif transportasi diyakini memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pemerintah. Pemudik dapat menikmati perjalanan lebih hemat, aman, dan nyaman.
Pemerintah pun dapat mengarahkan masyarakat menggunakan transportasi resmi sehingga pengawasan keselamatan dan kapasitas angkutan lebih optimal.
Selain itu, pemanfaatan sarana transportasi publik yang lebih tinggi berpotensi mengurangi kepadatan di jalan raya, mengurangi risiko kecelakaan, dan mendukung kelancaran arus mudik. Kemenhub juga menekankan pentingnya kesiapan sarana dan prasarana untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
“Dengan sarana transportasi yang memadai dan tarif lebih terjangkau, diharapkan seluruh moda transportasi dapat menampung arus mudik secara aman dan lancar. Ini menjadi bagian dari strategi pemerintah memastikan mudik Lebaran 2026 berjalan tanpa hambatan,” jelas Dudy.
Diskon ini menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara aksesibilitas, keselamatan, dan efisiensi biaya bagi seluruh masyarakat yang mudik. Dengan koordinasi yang baik, pemerintah berharap seluruh pemudik dapat menikmati perjalanan yang nyaman, aman, dan sesuai jadwal.