Khasiat Kurma

5 Khasiat Kurma Untuk Kesehatan, Penting Saat Berbuka Puasa

5 Khasiat Kurma Untuk Kesehatan, Penting Saat Berbuka Puasa
5 Khasiat Kurma Untuk Kesehatan, Penting Saat Berbuka Puasa

JAKARTA - Bulan Ramadan identik dengan kurma, buah yang kerap dijadikan menu buka puasa. 

Kurma bukan sekadar makanan manis untuk melepas dahaga, tetapi juga kaya nutrisi yang mendukung kesehatan tubuh. 

Buah kering ini disebutkan dalam Al Quran, menunjukkan peran pentingnya dalam tradisi Islam. Selain itu, berbagai penelitian modern membuktikan manfaat kurma bagi berbagai fungsi tubuh, dari pencernaan hingga kesehatan tulang.

Mengonsumsi kurma saat berbuka puasa memiliki tujuan ganda: menyediakan energi instan setelah seharian berpuasa dan memberi asupan nutrisi penting. Kandungan serat, antioksidan, vitamin, dan mineral dalam kurma membuatnya ideal sebagai camilan sehat. Berikut lima manfaat utama kurma bagi kesehatan berdasarkan penelitian ilmiah.

Mendukung Kesehatan Pencernaan dengan Kandungan Serat Tinggi

Kurma memiliki kandungan serat yang signifikan sehingga bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah sembelit. 

Dalam sebuah penelitian, 21 orang yang mengonsumsi tujuh kurma per hari selama 21 hari mengalami peningkatan frekuensi buang air besar serta pergerakan usus yang lebih lancar dibandingkan kelompok yang tidak mengonsumsinya.

Selain mencegah sembelit, serat dalam kurma juga berperan dalam mengendalikan kadar gula darah. Serat memperlambat pencernaan karbohidrat, sehingga gula darah tidak melonjak drastis setelah makan. 

Karena itu, kurma memiliki indeks glikemik rendah, menjadikannya camilan aman untuk dikonsumsi saat berbuka tanpa meningkatkan risiko lonjakan gula darah.

Mengurangi Risiko Kanker Berkat Kandungan Antioksidan

Kurma dikenal kaya antioksidan, yang memiliki peran penting dalam melawan radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang dapat merusak sel dan memicu penyakit kronis, termasuk kanker. Dibandingkan buah kering lain seperti plum atau ara, kurma memiliki kandungan antioksidan tertinggi.

Tiga antioksidan utama dalam kurma adalah flavonoid, karotenoid, dan asam fenolik. Flavonoid dapat mengurangi peradangan dan berpotensi menurunkan risiko diabetes, Alzheimer, serta beberapa jenis kanker. 

Karotenoid bermanfaat untuk kesehatan jantung dan mata, sedangkan asam fenolik berfungsi sebagai anti-inflamasi yang membantu menurunkan risiko kanker dan penyakit kardiovaskular.

Meningkatkan Fungsi Otak dan Mengurangi Peradangan

Konsumsi kurma dapat mendukung kesehatan otak. Penelitian menunjukkan kurma mampu menurunkan kadar interleukin 6 (IL-6), indikator inflamasi yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Selain itu, studi pada hewan menunjukkan kurma dapat mengurangi aktivitas protein beta amiloid, yang membentuk plak di otak. Plak ini mengganggu komunikasi antar sel saraf, memicu kematian sel, dan berkontribusi pada Alzheimer. 

Antioksidan dalam kurma, khususnya flavonoid, dipercaya menjadi penyebab utama manfaat ini. Meskipun demikian, diperlukan penelitian lebih lanjut pada manusia untuk memperkuat bukti ilmiah efek kurma terhadap kesehatan otak.

Membantu Proses Persalinan pada Ibu Hamil

Kurma juga memiliki potensi untuk memperlancar persalinan. Senyawa tertentu dalam kurma meniru efek hormon oksitosin, yang memicu kontraksi rahim saat persalinan. Selain itu, kurma kaya tanin, yang membantu kelancaran kontraksi, serta menyediakan gula dan kalori alami sebagai sumber energi selama persalinan.

Sebuah meta-analisis tahun 2011 menunjukkan ibu hamil yang rutin mengonsumsi kurma menjelang persalinan mengalami proses persalinan lebih singkat dan lebih lancar. 

Penelitian 2017 terhadap 154 ibu hamil juga menemukan konsumsi kurma menurunkan kemungkinan induksi persalinan. Meski demikian, manfaat ini masih memerlukan penelitian lebih luas untuk memastikan efeknya.

Menunjang Kesehatan Tulang dan Metabolisme Tubuh

Kurma mengandung mineral penting seperti kalsium, fosfor, dan magnesium, yang berperan dalam menjaga kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis. Selain itu, serat, antioksidan, dan indeks glikemik rendah kurma membantu mengontrol gula darah, sehingga mendukung manajemen diabetes.

Meskipun beberapa manfaat tambahan kurma ini menjanjikan, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut pada manusia untuk memberikan bukti kuat. 

Namun, konsumsi rutin kurma sebagai bagian dari diet seimbang tetap memberikan efek positif, terutama saat bulan Ramadan sebagai menu buka puasa yang sehat dan bergizi.

Dengan kandungan serat tinggi, antioksidan, serta mineral penting, kurma menjadi makanan fungsional yang layak dijadikan bagian dari pola makan sehat. 

Buah ini tidak hanya memberikan energi instan setelah berpuasa, tetapi juga mendukung berbagai fungsi tubuh, mulai dari pencernaan, fungsi otak, hingga kesehatan tulang. 

Penggunaan kurma secara teratur bisa menjadi strategi sederhana untuk meningkatkan kesehatan sekaligus menjalani tradisi berbuka puasa secara optimal.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index